5 Cerita dari Pengangkatan Djonan-Arcandra di Kementerian ESDM

Indonesia Kita
Indonesia Kita
Akun Selasar yang fokus membahas seluk-beluk ke-Indonesia-an
Ikuti
Jonan - Luhut - Arcandra via metrotvnews.com

Pekan ini adalah pekan pertama Ignasius Jonan bekerja sebagai Menteri ESDM RI. Didampingi Arcandra Tahar yang sempat menjabat posisi itu selama 20 hari, Jonan diamanatkan untuk memimpin kementerian strategis itu dengan baik sesuai arahan presiden.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM dan juga melantik Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM pada Jumat pekan lalu, 14 Oktober 2016. Keduanya dilantik di Istana Negara dan disaksikan menteri Kabinet Kerja dan pejabat tinggi negara lainnya.

Namun demikian, terdapat serangkaian hal menarik perihal pengangkatan keduanya sebagai punggawa Kementerian ESDM. Inilah lima di antaranya.

 

1. Di Balik Penunjukan Ignasius Jonan

 Ignasius Jonan - Joko Widodo (the Jakarta Post)

Penunjukan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM memang mengejutkan. Pasalnya, hingga detik-detik menjelang pelantikan, nama Jonan sama sekali tidak muncul sebagai kandidat kuat pengganti Arcandra Tahar.

Meskipun demikian, Johan Budi selaku Juru Bicara Kepresidenan mengatakan bahwa nama Jonan sebenarnya tidaklah muncul tiba-tiba.

"Ketika Presiden pada keputusan Pak Jonan tentu sudah melalui pertimbangan yang cukup teliti, cukup dengan mendengar pendapat, kemudian juga yang menjadi garis bawah Presiden beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM harus profesional. Kedua, punya keberanian, integritas yang disampaikan tadi itu," ucap Johan di Istana Kepresidenan pada Jumat, 14 Oktober 2016.

Johan mengungkapkan, Presiden Jokowi sejak awal sudah menyiapkan pos baru untuk Jonan selepas tak lagi menjabat Menteri Perhubungan. Pos yang dimaksud ialah holding BUMN yang dilakukan pemerintah.

"Waktu itu sempat diplot di sana sebenarnya ketika selesai, karena dianggap itu tadi yang seperti disampaikan Presiden, Pak Jonan ini orangnya berani, punya integritas, kemudian juga punya kapasitas dan kapabilitas," ungkapnya.

Sementara itu, penunjukan Arcandra Tahar sebagai wakil menteri mendampingi Jonan bukan tanpa pertimbangan. "Isunya soal bagaimana me-manage jadi soal managemen. Karena itu, digabungkanlah Pak Jonan sebagai Menteri dan Pak Arcandra Tahar sebagai Wamen ESDM. Ya harapan Pak Presiden pada Pak Jonan maupun Pak Arcandra tentu membenahi ESDM," ujar Johan.

 

2. Modal Jonan

 Ignasius Jonan (The Jakarta Post)

Sebagai Menteri ESDM, Jonan mengakui bahwa untuk saat ini ia memang belum tahu banyak soal sektor energi dan mineral. Namun, sambil bercanda, ia menyatakan bahwa dirinya merupakan pelanggan se‎tia energi, seperti listrik dan BBM.

"Kemarin waktu saya perkenalan diri, dipandu Pak Sekjen saya juga agak anu ya. Karena ini bidang yang tidak saya kenal secara detail. Kalau secara konsumen tahu, saya menggunakan BBM, listrik. Ya ngerti sedikitlah waktu saya sebagai bankir," ujar dia dikutip Liputan6 pada Senin, 17 Oktober 2016.

Meski demikian, ucap Ignasius Jonan, ia punya modal penting untuk menempati jabatan ini, yaitu ketika menjadi Menteri Perhubungan. "Saya ditanya 'Pak, bapak, kompetensi apa kok memimpin kami (Kementerian ESDM)'. Sebelum ditanya saya jawab, saya modalnya cuma satu saat ini, yaitu saya mantan menteri," kata dia sambil bercanda.

Jonan menyatakan, meski belum tahu banyak soal sektor energi, ia telah mendapatkan arahan dari Presiden Jokowi tentang apa yang harus dilakukan dalam memimpin kementerian strategis ini.

"Beberapa hal yang bisa saya sampaikan, bahwa sumber daya alam apapun bentuknya itu adalah untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Ini arahan Presiden secara umum," jelas dia.

Jonan juga melanjutkan bahwa dirinya akan tetap mematuhi UU dan peraturan turunan sehingga tidak akan menghambat kinerja di sektor energi.

 

3. Prioritas Jonan-Archandra

 Jonan - Arcandra (setkab.go.id)

Duo Jonan-Arcandra diharapkan bergerak cepat membenahi sektor energi dan sumber daya mineral. Prioritas pertama yang harus segera selesai adalah revisi Undang-Undang Minyak dan Gas (Migas) dan Undang-Undang Mineral dan Batubara.

"Tentu RUU Minerba dan UU Migas jadi prioritas. Itu masuk nanti ke dalam prioritas kerja kita secepatnya," kata Arcandra Tahar di kantor Kementerian ESDM pada Jumat, 14 Oktober 2016.

Arcandra melanjutkan bahwa di bawah kepemimpinan Jonan yang berkolaborasi dengan dirinya, Kementerian ESDM akan membangun sektor energi menjadi lebih baik dan tentu saja bermanfaat bagi negara dan masyarakat.

"Nanti bermuara bagaimana kita membuat sektor ini menjadi lebih baik. Bukan berarti sebelumnya tidak baik tapi menjadi lebih baik," tutur Arcandra.

Jonan melanjutkan, untuk memantapkan kinerja Kementerian ESDM, dirinya akan dilakukan koordinasi dengan pelaksana tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai pihak yang telah menjalankan instansi tersebut sebelum mereka menjabat.

"Kami duduk bersama dengan seluruh eselon 1 dan pimpinan di sini, juga dengan beliau (Menko Luhut) untuk merumuskan prioritas. Sambil kami minta waktu dari Pak Presiden, untuk arahan beliau yang prioritas dulu yang mana," tutup Jonan.

 

4. Yang Dilakukan Arcandra

 Arcandra Tahar (katadata.co.id)

Setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Arcandra datang ke Kantor Kementerian ESDM dengan Ignasius Jonan yang saat ini menjabat sebagai Menteri ESDM. Mereka satu mobil Toyota Crown dengan nomor seri RI 36.

Terkait dengan penunjukannya sebagai Wakil Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo, ‎Arcandra menyatakan siap mengemban tugas yang telah diamanahkan.

"Kembali ke ESDM, Alhamdulilah, di mana pun ditempatkan saya siap. Ini hari Pak Presiden menunjuk saya jadi Wamen," kata Arcandra, dikutip Liputan6.

Setelah masuk kembali ke dalam jajaran Kementerian ESDM, Arcandra akan melanjutkan program yang telah berjalan. Sebelumnya, Kementerian ESDM dipegang oleh Pelaksana tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan, yang menggantikan dirinya sewaktu menteri ESDM.

‎"Program yang ada dan sudah berjalan nanti akan dilanjutkan," ucap Arcandra. Ia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Ignasius Jonan untuk menentukan langkah Kementerian ESDM dan kebijakan yang akan diambil agar bermanfaat bagi bangsa.

"Saya sama Pak menteri akan diskusi bagaimana ke depannya. Tentu kita akan merencanakan yang terbaik buat bangsa."

 

5. Jonan-Arcandra di Mata Jokowi

 Jonan - Arcandra (The Jakarta Post)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Arcandra.

Usai pelantikan, Presiden Jokowi mengatakan jika dirinya meyakini keduanya bisa menjadi team work yang baik untuk mengelola sektor minyak dan gas di tanah air.

"Saya yakin mereka berdua ini adalah figur yang punya kompetensi, meski saya tahu keduanya keras kepala tapi sudah terjun di kapangan dan tugas ini bukan tugas mudah dan yakin mereka bisa menyelesaikan masalah di ESDM dan jadi team work yang baik," kata Jokowi.

Presiden juga memastikan penunjukan keduanya merupakan murni untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Kementerian ESDM, yang sempat dipegang PLt Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam sumpah jabatan, Ignasius Jonan dan Arcandra tahar berjanji akan menjalankan tugas jabatan dengan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab.

"Bahwa saya akan menjaga integritas, dan tidak akan menyalahgunakan kewenangan serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela," kata Jonan dan Arcandra bersama.

 

Zulfian Prasetyo


Komentar

Unknown user

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.