Agus Yudhoyono dan Keanggotaan TNI

Fact Check
Fact Check
Akun Selasar.com yang mengecek data-fakta isu
Ikuti
Agus Harimurti Yudhoyono via pictigar.com

Informasi itu tersebar di berbagai media massa. Mayor Infanteri  Agus Harimurti Yudhoyono, sosok militer berprestasi, dipasangkan dengan birokrat bernama Sylviana Murni untuk maju sebagai penantang Ahok yang kini masih berada di pucuk pimpinan Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Agus adalah anak pertama dari Susilo Bambang Yudhoyono, yang pada 2014 lalu menyelesaikan tugasnya sebagai presiden Republik Indonesia. Dibanding Edhie Baskoro (Ibas), jalan hidup Agus lebih mirip dengan Sang Ayah. Menempuh karier militer di Akademi Militer, kemudian lulus sebagai lulusan terbaik.

Sebagaimana diketahui, situasi politik Jakarta memunculkan gagasan untuk menduetkan Agus dengan Sylviana. Lantas, bagaimana dengan status keanggotaan Agus Yudhoyono?

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi, mengatakan bahwa Agus Yudhoyono harus membuat surat pengunduran diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia. Surat tersebut adalah syarat penting untuk mendaftarkan diri menjadi calon gubernur ke Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta.

"Suratnya nanti dilampirkan dengan dokumen pendaftaran lain ke KPU DKI," kata Muradi dikutip dari CNNIndonesia pada Jumat, 23 September 2016.

Surat pengunduran diri itu diatur dalam Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016. Pada pasal 7 ayat 1, dijelaskan bahwa calon gubernur dan calon wakil gubernur harus memenuhi persyaratan, salah satunya adalah menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil serta Kepala Desa atau sebutan lain sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta pemilihan.

"Namun, jika proses di TNI belum beres, tapi ia (Agus) sudah ditetapkan KPUD jadi calon gubernur resmi. Otomatis status TNI dia gugur. Itu diatur dalam UU TNI dan UU Pilkada," kata Muradi.

Agus, Annisa, dan Ibas (dhaniharyoseno.blogspot.com)

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa setiap tentara yang hendak mendaftarkan diri sebagai peserta pilkada harus mengajukan pengunduran diri. Jika gagal menjadi kepala daerah, tentara itu tidak dapat kembali menjadi anggota TNI.

Gatot menyatakan, pengunduran diri dari dinas kemiliteran merupakan hal wajib bagi setiap personel TNI. Alasannya sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004, tentara tidak boleh berpolitik praktis alias netral dalam proses demokrasi.

“Kalau prajurit TNI masa aktifnya masih panjang akan diberikan pensiun dini, sehingga pada saat Pilkada dia sudah bukan militer lagi," ujar Gatot di Bandung, Jawa Barat pada Kamis, 22 September 2016.

Dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, terdapat serangkaian larangan untuk prajurit TNI. Pada Pasal 39, dikemukakan bahwa Prajurit dilarang terlibat dalam:

  1. kegiatan menjadi anggota partai politik;
  2. kegiatan politik praktis;
  3. kegiatan bisnis; dan
  4. kegiatan untuk dipilih menjadi anggota legislatif dalam pemilihan umum dan jabatan politis lainnya.

Berkorelasi dengan hal itu, Pasal 47 undang-undang yang sama menyebutkan bahwa "Prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan."

Undang-undang ini diperkuat dengan Surat Telegram Panglima TNI bernomor ST/983/2016. Surat itu berisi ketentuan pelaksanaan pemilu legislatif dan pilkada bagi setiap personel TNI. Surat telegram ini diterbitkan oleh Gatot pada 9 Agustus 2016.

Surat tersebut mengharuskan anggota TNI yang ingin berkompetisi di pilkada untuk membuat surat pengunduran diri. Pernyataan mundur itu tidak dapat ditarik kembali.

Setelah mengajukan pengunduran diri, Panglima TNI nantinya akan memberhentikan sang tentara secara hormat dari kesatuannya.

Apabila seorang tentara telah ditetapkan menjadi calon peserta pilkada, dalam 60 hari ia wajib menyerahkan keputusan pemberhentian dari dinas keprajuritan ke KPU.

 

Simak juga Pencalonan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui! 

 

Zulfian Prasetyo


Komentar

Unknown user

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.