Apa Itu Brexit?

Konsepsiana
Konsepsiana
Akun Selasar.com yang membahas konsep-konsep dengan sederhana
Ikuti
Brexit via socialeurope.eu

Secara sederhana, Brexit adalah sebuah proses referendum yang diselenggarakan Inggris berkaitan dengan keanggotaannya pada Uni Eropa. Kata Brexit sendiri merupakan akronim dari Great Britain’s Exit, mengacu pada wacana Negeri Ratu Elizabeth untuk keluar (exit) dari keanggotaan organisasi kawasan terbesar di dunia tersebut. Proses referendum yang dimaksud dilakukan pada Kamis, 23 Juni 2016.

Baca: Brexit: Mengingat Kembali Referendum 1975

Sebagai sebuah wacana, Brexit memiliki pro dan kontra (Baca: 5 Pro-Kontra Brexit Ini Harus Kamu Ketahui). Mereka yang menyetujui rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa beralasan bahwa Inggris akan menjadi lebih baik bila keluar dari organisasi kawasan tersebut. Bila keluar dari Uni Eropa, Inggris akan mendapatkan kedaulatannya secara penuh serta mendapatkan kendali yang kuat atas kebijakan imigrasi dan ekonominya.

“Risiko Inggris tetap dalam Uni Eropa jauh lebih besar daripada risiko Inggris meninggalkannya,” menurut Douglas Murray, jurnalis Inggris. “Zona Eropa adalah bencana dan sangat penting bagi Inggris untuk mendapatkan kontrol atas batas-batas kami sendiri.”

Di sisi lain, terdapat pihak yang meragukan manfaat Inggris apabila keluar dari Uni Eropa. Bagaimanapun, sistem ekonomi dan hukum Inggris telah terintegrasi dengan sangat kuat pada Uni Eropa. Melepaskan ikatan kedua sistem tersebut sama saja dengan menciptakan ketidakstabilan pada negara itu sendiri.

Pada tataran yang lebih luas, Brexit bukan hanya berdampak pada situasi dalam negeri Inggris. Brexit dapat memengaruhi kepercayaan negara-negara kawasan terhadap Uni Eropa sehingga negara-negara anggota yang lain dapat mengikuti langkah Inggris. Dengan demikian, fenomena Brexit justru bisa membunuh Uni Eropa sebagai sebuah gagasan secara perlahan-lahan.

 

Zulfian Prasetyo


Komentar

Unknown user

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.