Meninggal Dunia, Inilah 5 Warisan Fakta dari Raja Bhumibol Adulyadej

Dunia Kita
Dunia Kita
Akun Selasar yang fokus membahas seluk-beluk Dunia Kita
Ikuti
Bhumibol Adulyadej via twitter.com

Thailand berduka cita atas kepergian raja yang mereka cintai, Raja Bhumibol Adulyadej. Kepergiannya memantik simpati negara-negara lain di dunia, termasuk Indonesia. Presiden Joko Widodo memberikan pidatonya yang menyatakan rasa duka cita Indonesia terhadap peristiwa ini.

Kondisi kesehatan Raja Bhumibol memang terus menurun sebelumnya. Sejak 2006, ia berkali-kali dibawa ke rumah sakit karena permasalahan ini. Ia menderita bahaya komplikasi organ yang menyebabkan kesehatannya terus menurun.

Pada 13 Oktober 2016, Sang Raja akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Siriraj yang terletak di Ibukota Thailand, Bangkok. Setelah kematiannya, Vajiralongkorn menjadi suksesor Bhumibol sebagai raja selanjutnya.

Tahukah kamu, terdapat beberapa fakta menarik yang mengiringi kepergian Raja Bhumibol Adulyadej. Dikutip dari The Trending Facts, inilah lima di antaranya.

 

1. Monarki Terlama

 Bhumibol Adulyadej (people.com)

Raja Bhumibol mencatatkan sejarah sebagai raja terlama dalam sejarah Thailand. Tidak hanya Thailand, durasi monarkinya juga merupakan yang terlama di dunia. Ia tercatat memerintah selama 70 tahun 126 hari hingga akhirnya maut menjemputnya.


2. Diawali dari Tembakan

 Ananda Mahidol (wikipedia.org)

Terdapat satu tragedi yang secara tidak langsung mengantarkan Bhumibol Adulyadej menjadi raja. Sebelum Bhumibol menjadi raja, penguasa Thailand sebelumnya ialah Raja Ananda Mahidol. Ananda Mahidol diangkat menjadi raja pada 1935. Saat itu, usianya masih sembilan tahun dan sedang berada di Switzerland.

Raja Ananda Mahidol kembali ke negerinya pada Desember 1945. Sayangnya, enam bulan berselang, ia ditemukan meninggal dengan luka tembakan di tempat tidurnya. Peristiwa itu terjadi empat hari sebelum ia kembali ke Switzerland untuk menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Lausanne.

Kematiannya lantas menjadi kontroversi saat itu. Meskipun dianggap sebagai ketidaksengajaan pada awalnya, uji forensik menemukan bahwa terdapat unsur pembunuhan dalam peristiwa ini. Tiga pelayan istana kemudian dieksekusi karena menyebabkan kematian Raja.

Pangeran Bhumibol kemudian diangkat sebagai raja menggantikan ayahnya.

 

3. Monarki Terkaya

 Bhumibol Adulyadej (asiasentinel.com)

Kekayaan Raja Bhumibol diperkirakan sekitar 30 miliar dolar pada 2014. Angka ini dianggap sebagai angka tertinggi yang dimiliki oleh kerajaan manapun di dunia. Uniknya, adalah sebuah institusi di luar pemerintahan yang menjadi ‘dalang’ atas kekayaan ini.

Aset Raja diatur oleh Biro Properti Kerajaan (Crown Property Bureau) yang bertanggung jawab terhadap mitigasi dana keluarga kerajaan di Thailand. Kekayaan ini bersifat terpisah dari kekayaan pemerintah Thailand.

 

4. Menjaga Demokrasi, Dicintai Seluruh Negeri

 Bhumibol Adulyadej (atimes.com)

Sebagai seorang raja, Bhumibol telah mengalami upaya pemberontakan terhadap negaranya selama beberapa kali. Ini adalah permasalahan klasik bagi setiap pemimpin negara ketika perdana menteri mereka tidak melakukan hal yang memuaskan.

Namun, pergolakan politik adalah hal yang wajar dari sistem demokrasi. Bhumibol tampak memahami betul hal ini. Dengan menjaga iklim demokrasi secara konsisten, Bhumibol secara bertahap meraih simpati, dukungan, dan perhatian dari rakyat Thailand.

Hal ini menjadikannya sebagai raja paling dihormati dalam sejarah negerinya. Kita bisa melihat hal tersebut dari tangis rakyat yang menyertai kepergiannya.

Baca: Inilah 5 Fakta Unik dari Thailand


5. Perang Narkoba

 Bhumibol Adulyadej (thestar.com)

Usia tidak mempengaruhi ketegasan Raja Bhumibol. Pada malam ulang tahunnya yang ke-75, Raja Bhumibol menyatakan perang terhadap peredaran narkotika di negaranya. Baginya, narkotika berperan besar dalam peningkatan insiden kriminal di seluruh Thailand.

Pernyataan tersebut ditindaklanjuti secara konkret. Raja Bhumibol kemudian membuat pengadilan khusus yang ditujukan untuk mengadili kasus-kasus narkoba. Selain itu, Kerajaan Thailand juga membuat hukum yang mengatur para pejabatnya bila mereka tidak memenuhi kuota minimum penangkapan para pelaku kejahatan narkoba. Hukum itu berlaku sejak 2003.

 

Zulfian Prasetyo


Komentar

Unknown user

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.